Senin, 03 Juli 2017

Atlet SEA Games 2017 'Dianak Tirikan' Dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar Ketua KOI

Atlet SEA Games 2017 'Dianak Tirikan' Dengan Pakai Dana Sendiri, Ini Komentar Ketua KOI


JAKARTA, JITUNEWS.COM - SEA Games 2017 di Malaysia siap digelar pada 19 hingga 30 Agustus mendatang. Namun ternyata, penyelenggaraan event tersebut kembali memunculkan masalah klasik bagi kontingen Indonesia. Kasus ini juga pernah terjadi di SEA Games 2015 lalu di Singapura.

PBSI Terpaksa Belah Kekuatan untuk Kejuaraan Dunia dan SEA Games

Hal itu disebabkan karena ada beberapa pengurus besar (PB) cabang olahraga (cabor) mengalami kesulitan finansial tapi atletnya ingin mengharumkan nama Indonesia. Atau dinilai kurang berprestasi oleh pemerintah di atas kertas.

Padahal, SEA Games ini menjadi tahap awal prestasi Indonesia di tingkat internasional menuju ke Asian Games hingga Olimpiade. Beberapa atlet pun ada yang menggunakan dana pribadi untuk berbagai keperluannya.

Ketum PB ISSI Targetkan Lebih Satu Medali untuk Balap Sepeda di SEA Games Malaysia

Masalah ini mulai mencuat usai Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) hanya menurunkan 400 atlet untuk turun bertanding di SEA Games 2017. Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan SEA Games 2015 di Singapura.

Namun demikian, Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir, mengaku tak mempersoalkan keinginan setiap cabor yang mengirimkan atlet ke SEA Games 2017 dengan dana sendiri.

Erick hanya mengimbau kepada setiap cabang agar serius mengirim atlet yang potensial sehingga tidak menurunkan peringkat mereka.

"Dari Satlak Prima sudah mem-budget-kan. Lah 400 itu memang sudah domainnya Satlak Prima. Dan, pasti Satlak Prima punya target. Kalau kami dari KOI dengan senang hati dong. Kita sebagai Bapak Ibu cabang olahraga ya harus mendukung," kata Erick kepada Jitunews.com, di Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, Senin (3/7) malam.

"Tetapi kita ingatkan kepada cabor itu nggak asal kirim. Tetap ada targetnya. Supaya jangan merusak ranking-nya," ujar ia menambahkan.

Meskipun atlet SEA Games seringkali diabaikan, dua tahun lalu bahkan tim basket putri Indonesia sukses menyabet medali perak di Negeri Singa. Hal itu juga diamini oleh Erick Thohir.

"Contoh, kita lihat Sea Games 2015 di Singapura, yang kirim sendiri dapat medali yaitu Basket Putri," kata Erick memberikan contoh.

Ketua Pelaksana INASGOC ini pun berkilah, pola pemberangkatan atlet dengan dana sendiri dari setiap cabor juga sudah dilakukan Malaysia sejak lama.

"Coba Anda pelajari apa yang terjadi di Malaysia. Malaysia itu sudah mengirim cabor hanya dengan budget tertentu lho. Cabor-cabor itu mau mengirim dengan biaya sendiri. Pemerintah Malaysia ini sudah menerapkan ini sudah lama," tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah pengiriman atlet SEA Games 2017 menurun bila dibandingkan SEA Games 2015 Singapura. Dua tahun lalu, Indonesia mengirimkan sebanyak 547 atlet.

Penurunan jumlah atlet yang dikirim tak terlepas dari keinginan pemerintah. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam hal ini, hanya memberangkatkan atlet yang berpotensi meraih medali atau atlet yang khusus dipersiapkan ke Asian Games 2018.

Prioritas SEA Games 2017 adalah prestasi. Jadi, Kemenpora akan mengirim atlet-atlet yang memang berpotensi meraih medali, minimal medali perak.

Cair, Erick Thohir Jelaskan Dana Asian Games Rp 500 Miliar Akan Dipakai untuk Ini

Penulis : Ferro Maulana, Riana
قالب وردپرس
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support