JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pangeran Mohammad bin Salman, yang sempat menjadi topik hangat ketika rombongan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud mengunjungi Indonesia beberapa bulan lalu, kini kembali menghiasi sejumlah laman media internasional.
Sisi Lain Ketampanan Pangeran Mohammad bin Salman al-Saud: Say No to Poligami
Pangeran berusia 31 tahun tersebut telah diangkat Raja Salman menjadi Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi menggantikan Pangeran Muhammad bin Nayef (57). Pangeran Muhammad bin Nayef diangkat sebagai Putra Mahkota oleh Raja Salman pada tanggal 29 April 2015 silam.
Pengumuman tersebut disampaikan Saudi Press Agency (SPA) yang merupakan kantor berita resmi Saudi melalui Dekrit Kerajaan (Royal Decree).
Intip Gaya Santai Kunjungan Rombongan Raja Salman di Mal
"Pangeran Mohammed bin Nayef, selama bertahun-tahun menjabat sebagai kepala antiterorisme kerajaan yang meredam kampanye pengeboman Al-Qaeda pada tahun 2003-2006, dibebaskan dari semua posisi (yang diembannya)," demikian bunyi dekrit tersebut, seperti dilansir Reuters, Rabu (21/6).
Televisi Al Arabiya melaporkan bahwa pengangkatan Pangeran Mohammad bin Salman telah disetujui oleh Dewan Suksesi Arab Saudi (Allegiance Council). Raja Salman pun telah meminta kesediaan anggota dewan untuk mengabdi dan bekerja sama dengan Pangeran Mohammed bin Salman.
Pangeran Mohammed bin Salman merupakan putra Raja Salman dari istri ketiganya, Fahda binti Falah bin Sultan al-Hithalayn.
 Ia memegang peranan penting dalam pemerintahan, termasuk mengemban jabatan sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) termuda sejak tahun 2015. Ia pun dikenal sebagai satu dari sekian pangeran yang tidak ingin berpoligami.Â
Mereka yang Nekat Ingin Tembus St Regis Temui Raja Salman
| Penulis | : | Nugrahenny Putri Untari |






0 comments:
Posting Komentar