Rabu, 21 Juni 2017

Atasi Lonjakan Permintaan Daging, Pemerintah Keukeuh Lakukan Impor

Atasi Lonjakan Permintaan Daging, Pemerintah Keukeuh Lakukan Impor


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita mengatakan bahwa terkait ketersediaan daging sapi untuk HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), yaitu bulan Puasa dan Idul Fitri Tahun 2017, pihaknya (Kementan) bersama dengan kementerian perdagangan telah menghitung prognosa kebutuhan dan ketersediaan di dalam negeri, dan setelah dihitung memang masih ada defisit dan diperlukan upaya pemasukan daging pada tahun 2017.

Sebanyak 2.246 RTP Lakukan Pemusnahan “Pocongan” Alat Tangkap Benih Lobster

"Karena ada defisit, maka kita lakukan impor daging untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri terutama menyambut HBKN," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan(PKH) Kementan I Ketut Diarmita saat melakukan konpres di kantor Kementan, Rabu (21/6).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan adanya langkah cepat pemerintah menyediakan daging sapi, maka saat ini ketersediaan stok cukup dan harga berada pada kisaran yang stabil.

Kementan Klaim Harga Komoditas Hortikultura Berada pada Kisaran Normal

“Jika kita lihat dari perkembangan kondisi ketersediaan daging sapi menjelang H-4 lebaran, kita bersyukur tidak ada gejolak harga bahan pokok khususnya yang terkait dengan komoditi peternakan, yaitu daging sapi, daging ayam, dan telur ayam. Kondisi ini tentu kami harapkan dapat terus dipertahankan sampai dengan lebaran, dan ini akan tercapai apabila ada dukungan dari semua pihak termasuk rekan-rekan wartawan," kata I Ketut Diarmita.

Ia menjelaskan bahwa kondisi harga bahan pokok khususnya daging sapi, daging ayam dan telur ayam, pada puasa dan lebaran tahun ini merupakan yang paling baik dibandingkan 10 tahun terakhir, yang biasanya terjadi gejolak harga bahan pokok yang sangat fluktuatif.

“Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari peran serta Satgas Pangan POLRI dan KPPU yang secara bersama-sama dan sangat luar biasa aktif mendorong tercapainya stabilitas harga pangan tersebut," ungkap I Ketut Diarmita.

“Kami juga menyampikan penghargaan secara khusus kepada para pelaku usaha yang telah menyediakan daging dan telur dengan harga sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," tambahnya.

Namun demikian, terkait dengan fluktuasi daging dan telur ayam yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan penurunan harga setelah lebaran. Oleh karena itu, Ditjen PKH tengah mengupayakan langkah-langkah konkrit untuk mencegah hal tersebut terjadi. Dan kami juga meminta seluruh stakeholder untuk ikut mendukung dan berpartisipsi dalam upaya ini.

“Kami berharap dengan dukungan dari semua pihak maka diharapkan pembangunan peternakan nasional dapat berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan, dan dapat dicapai ketahanan pangan protein hewani asal ternak," ungkap I Ketut Diarmita.

"Saya optimis, meskipun produksi daging sapi di dalam negeri saat ini masih belum mencukupi, tapi dengan kerja keras dan kesungguhan para peternak, serta dukungan semua pihak, maka akan menggeliatkan populasi sapi di Indonesia. Sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan populasi dan produktivitas ternak, secara signifikan dapat memberikan dampak positif untuk peningkatan ketersediaan daging sapi di Indonesia dan tercapainya harga daging sapi yang terjangkau di tingkat konsumen," tambahnya.

“Selain itu, kedepannya diharapkan dalam usaha peternakan sapi di Indonesia akan berorientasi profit, sehingga selain untuk kesejahteraan peternak, juga dapat mendukung cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tukas Ketut.

Dirjen Perkebunan: Tingkatkan Produksi Gula dengan Program Revitalisasi Perkebunan

Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan
قالب وردپرس
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Arsip Blog

Definition List

Unordered List

Support