JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah aktivis Gerakan Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menyambangi istana negara untuk bersilahturahmi dengan Presiden Joko Widodo, Minggu (25/5/2017).
GNPF MUI Temui Jokowi. Bahas Apa?
Mereka diterima oleh Presiden Joko Widodo dan didampingi sejumlah menteri usai acara Open House Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1438 H di Istana Negara, Jakarta.
Dalam dialog antara GNPF MUI dengan Presiden Jokowi, sejumlah hal terkait kehidupan berbangsa dibahas. Salah satunya berkaitan dengan penegakan aspek keadilan dan hukum.
Jokowi ke Anies-Sandi: "Selamat ya"
Usai pertemuan itu, salah seorang aktivis GNPF MUI, Lutfi Hakim mengatakan bahwa pertemuan tersebut juga secara tak langsung mencairkan berbagai praduga yang selama ini berkembang di masyarakat. Salah satu yang kemudian terungkap adalah bahwa tidak ada situasi yang menunjukkan bahwa Umat Islam berhadapan dengan pemerintah, Pancasila, kebinekaan, maupun NKRI.
"Pemerintah dengan Umat Islam tidak ada suatu situasi berhadap-hadapan. Tidak ada berhadapan dalam konteks kebinekaan, konteks Pancasila, konteks NKRI. Tidak ada, Pak Presiden tidak memandang Umat Islam seperti itu, dan suasana itu yang ingin kita pelihara,â tutur Lutfi di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Minggu (25/6/2017) usai pertemuan.
Lutfi selama ini dikenal sebagai salah satu penasihat hukum GNPF MUI. Namanya cukup dikenal publik saat GNPF MUI menyatakan kecaman terhadap pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kala itu diduga melakukan tindakan penodaan agama.
Senada dengan Lutfi, aktivis GNPF MUI lainnya, Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Presiden Jokowi telah menunjukkan keberpihakannya terhadap urusan kerakyatan dan keumatan.
"Kami juga luar biasa mendapatkannya keberpihakan beliau, untuk ekonomi kerakyatan adalah hal yang cukup bagus. Adalah bagaimana kita dengar sekian belas juta hektare tanah diperuntukkan untuk masyarakat," tegas Nasir.
Jokowi, kata Bachtiar, memiliki keinginan yang kuat agar kebijakan-kebijakannya yang berpihak kepada masyarakat itu bisa terealisasikan, meski ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan kebijakan itu.
"Presiden mengemban amanat yang cukup berat dan berusaha menjalankan setiap program-programnya dengan berbagai macam cara pandang, ada yang suka dan tidak suka. Kemudian bagaimana Presiden juga harus konsisten dalam program yang dijalankannya, dan Presiden mengatakan 'saya harus berani mengambil risiko itu',â imbuh Bachtiar.
GNPF MUI Dukung Pemerintahan Jokowi
| Penulis | : | Marselinus Gunas |






0 comments:
Posting Komentar