JAKARTA, JITUNEWS.COM- Masih terkait dengan virus Ransomware Petya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menerangkan, bahwa ada tiga sektor penting di tanah air yang dinilai berbahaya akan diserang virus Petya.
Soal virus PETYA, Ini Seruan Menkominfo
Ketiga sektor tersebut di antaranya, dunia perbankan, penerbangan, serta energi. Menurut Rudiantara, pihaknya langsung bergerak cepat dengan menghubungi pimpinan departemen serta instansi pemerintah terkait.
"Hari Rabu sudah kita sosialisasikan dan sebarkan melalui kanal medsos maupun Kominfo WA group. Dirut Garuda saya kirim langsung karena Rabu pagi DCP sudah memberikan notifikasi kepada kementerian, lembaga, dan perusahaan. Terutama tiga sektor strategis. Seperti sektor perhubungan. Kedua keuangan perbankan karena orang ngambil uang ke bank. Ketiga, sektor energi, ke Pertamina itu sudah dilakukan," tutur Rudiantara kepada Jitunews.com, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/6).
Ukraina, Negara Paling 'Menderita' Akibat Ulah Ransomware Petya
Setelah berkoordinasi dengan jajaran pemerintah terkait, pemerintah mulai Senin (3/7), kembali mensosialisasikan antisipasi penyebaran virus Ransomware Petya, di mana ada dua cara yang dilakukan.
Pertama, untuk sementara putuskan hubungan ke semua koneksi WiFi, LAN, atau jaringan internet. Kedua, pengguna komputer sebaiknya menyalin data (back up), semua file yang tersimpan dalam harddisk.
Rudiantara menjelaskan, data yang sudah disalin dapat disimpan sementara menggunakan USB atau drive external. Jika komputer terserang, setidaknya data-data yang tersimpan dapat diselamatkan.
"Nomer satu putuskan, paling gampang semua. Putuskan hubungan konektivitas dunia maya, lewat Wifi dan LAN apapun. Kalau ada kabel, sementara kabelnya cabut dulu agar dia tidak terkoneksi dari luar," ujarnya.
"Kedua segera back up. Semuanya back up, baik ke USB kalau file nya nggak terlalu besar, mau ke CD eksternal drive HD silakan. Setidaknya aman. Kenapa aman? Kalau terkena dia reboot atau restart, dia sudah ada back up data. Mengapa? Karena Petya ini dia mengenkripsi HD. Kalau sudah back up, setidaknya kita punya cadangan," lanjutnya.
"Hari Senin mereka (masyarakat) biasanya sudah aware, kita (Kominfo) kirim SMS kepada pengguna selular agar bisa lebih langsung," terangnya.
Rudiantara kembali menegaskan, virus Petya hanya menyerang komputer milik sipil bukan militer (TNI). "Ini memang lebih kepada masyarakat sipil. Karena IDCP itu untuk masyarakat publik. Kalau pertahanan (militer) requairmentnya berbeda dan karakteristiknya juga berbeda," katanya.
Dampak Ransomware Petya bagi Perusahaan Dunia, dari Maersk hingga FedEx
| Penulis | : | Ferro Maulana, Aurora Denata |






0 comments:
Posting Komentar