JAKARTA, JITUNEWS.COMÂ - Semua penumpang helikopter milik Basarnas yang jatuh di Bukit Gunung Butak Desa Canggal Bulu, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Minggu (2/7) kemarin, meninggal dunia.
Helikopter Basarnas Jatuh Tabrak Gunung di Temanggung
"8 crew dan petugas SAR yang berada di helikopter Basarnas meninggal dunia setelah heli jatuh menabrak tebing Bukit Butak di Temanggung," cuit Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugrohoâ, lewat akun Twitternya, @Sutopo_BNPB, Senin (3/7).
Presiden Jokowi Mampir di Warung Kopi dan Jajal Kerak Telor
Ternyata, Letusan Kawah Sileri Sudah Diprediksi Sebelumnya
Adapun, tim Basarnas yang meninggal tersebut adalah Muhamad Afandi, Nyoto Purwanto, Budi Resti, dan Catur.Â
Kehabisan Ongkos, Puluhan Pemudik Minta Surat Keterangan Polisi Agar Bisa Pulang
Sedangkan, kru helikopter yang meninggal yakni Kapt Laut (P) Haryanto, Kapt Laut (P) Li Solihin, Serka MPU Hari Marsono, dan Peltu LPU Budi Santoso.
Lima Syarat FPI Lakukan Rekonsiliasi
Diwartakan sebelumnya, helikopter milik Badan Sar Nasional (Basarnas) jatuh di perbukitan Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (2/7). Sejatinya, helikopter berwarna orange itu disiagakan di pintu keluar tol Gringsing, Kabupaten Batang, selama arus mudik dan balik Lebaran. Namun, heli tersebut akhirnya bertolak ke Banjarnegara untuk membantu proses evakuasi letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng.Â
Jatuh Tabrak Tebing, Heli Dauphin Basarnas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan
Heli tersebut membawa 8 orang dengan perincian 4 kru helikopter dan 4 regu penyelamat. Kondisi bagian depan helikopter itu hancur. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarot Padakova, menegaskan, ada tiga korban meninggal dunia yang telah berhasil dievakuasi dari TKP.
Jatuh Tabrak Tebing, Heli Dauphin Basarnas Ini Ternyata Punya Banyak Keunggulan






0 comments:
Posting Komentar