WASHINGTON, JITUNEWS.COMÂ - Presiden Donald Trump memilih untuk keluar dari tradisi lama Gedung Putih yang tak lagi menyelenggarakan tradisi buka puasa bersama untuk memperingati Idul Fitri. Hanya saja sebagai gantinya Partai Republik melontarkan pernyataan berisi salam hangat kepada umat Islam yang merayakan Idul Fitri.
Trump Senang Terhadap Langkah Arab Saudi Musuhi Qatar
Seperti diketahui, acara makan bersama tersebut telah ada sejak pemerintahan Bill Clinton yang secara estafet dilanjutkan oleh George W. Bush dan Barack Obama.
Trump pun lantas mengklarifikasi tentang meniadakan jamuan bersama dan digantikan dengan ucapan salam hangat. Ia menyadari bahwa dirinya tak bisa mendiakan umat Islam dari muka bumi atau pun di wilayah Amerika Serikat itu sendiri. Sedari itu, sebagai gantinya, Trump menyatakan ucapan salam hangat sebagai penghormatan untuk umat Muslim.
Pemimpin ISIS Dikabarkan Tewas, Kali Ini Rusia Klaim Bunuh Al Baghdadi
"Umat Muslim di Amerika Serikat bergabung dengan orang-orang di seluruh dunia selama bulan suci Ramadan untuk fokus pada tindakan iman dan amal," demikian ucap Trump dalam sebuah pernyataan yang didampingi oleh Ibu Negara Melania.
"Sekarang, saat mereka memperingati Idul Fitri bersama keluarga dan teman-teman mereka, mereka meneruskan tradisi membantu tetangga dan makan bersama dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat," sambungnya.
Makan malam secara tradisional dihadiri oleh anggota terkemuka komunitas Muslim, anggota Kongres dan diplomat dari negara-negara Muslim.
Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dilaporkan menolak permintaan dari kantor departemen agama dan urusan global menjadi tuan rumah resepsi yang menandai Idul Fitri, menurut CNN. Akibatnya, Trump mendapat kecaman.
Donald Trump dan Mike Pence Kompak Sebut Korut Abaikan Kemanusiaan
| Penulis | : | Syukron Fadillah |






0 comments:
Posting Komentar