Sabtu, 24 Juni 2017

Little Food, Start Up Yang Jadikan Jangkrik Sebagai Menu Andalan

Little Food, Start Up Yang Jadikan Jangkrik Sebagai Menu Andalan


BELGIA, JITUNEWS.COM - Sebuah start up di Brussels, Belgia, sedang bergairah menggelorakan revolusi kuliner di Belgia dengan mengusung jangkrik renyah sebagai alternatif protein pengganti daging.

Hobby Travelling? Ayo Gali Potensi Pariwisata Indonesia Bersama Start-up Ini

Little Food, nama start up itu, mengklaim jangkriknya bisa dimakan kering dengan rasa yang khas dengan bawang putih atau tomat dan lebih terasa renyah atau krispi.

"Untuk jumlah protein yang sama seperti sapi misalnya, mereka (jangkrik) membutuhkan 25 kali lebih sedikit makanan, mereka membutuhkan 300 kali lebih sedikit air, dan mereka menghasilkan 60 kali lebih sedikit gas rumah kaca," kata peternak jangkrik Little Food  Nikolaas Viaene kepada Reuters, Selasa (20/6/2017).

Dukung Kemajuan Industri Kreatif, Hypernet Adakan Kolaborasi dengan Cre8 Coworking Space

Memang, mengonsumsi serangga kini telah menjadi kebiasaan umum di sejumlah negara. Itu terjadi di China, Ghana, Meksiko dan Thailand. Namun, di Brussels, Belgia sendiri sebenarnya kebiasaan itu masih belum menular secara menyeluruh karena belum yakin menjadikan jangkrik sebagai menu makanan.

Sementara memakan serangga adalah praktik umum di sejumlah negara, seperti China, Ghana, Meksiko dan Thailand, penduduk Brussel sepertinya tidak yakin untuk menempatkan jangkrik di menu.

Seorang warga Kota Brussels, Efthimia Lelecas menyatakan dirinya tak berminat memakannya. "Tidak, tidak. melihatnya aja jijik," ucapnya.

Nambah Jumlah Kunjungan Wisatawan, GilaTrip.com Beri Program Cicilan dan Diskon

Penulis : Marselinus Gunas
قالب وردپرس
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Definition List

Unordered List

Support