BELGIA, JITUNEWS.COM - Sebuah start up di Brussels, Belgia, sedang bergairah menggelorakan revolusi kuliner di Belgia dengan mengusung jangkrik renyah sebagai alternatif protein pengganti daging.
Hobby Travelling? Ayo Gali Potensi Pariwisata Indonesia Bersama Start-up Ini
Little Food, nama start up itu, mengklaim jangkriknya bisa dimakan kering dengan rasa yang khas dengan bawang putih atau tomat dan lebih terasa renyah atau krispi.
"Untuk jumlah protein yang sama seperti sapi misalnya, mereka (jangkrik) membutuhkan 25 kali lebih sedikit makanan, mereka membutuhkan 300 kali lebih sedikit air, dan mereka menghasilkan 60 kali lebih sedikit gas rumah kaca," kata peternak jangkrik Little Food Nikolaas Viaene kepada Reuters, Selasa (20/6/2017).
Dukung Kemajuan Industri Kreatif, Hypernet Adakan Kolaborasi dengan Cre8 Coworking Space
Memang, mengonsumsi serangga kini telah menjadi kebiasaan umum di sejumlah negara. Itu terjadi di China, Ghana, Meksiko dan Thailand. Namun, di Brussels, Belgia sendiri sebenarnya kebiasaan itu masih belum menular secara menyeluruh karena belum yakin menjadikan jangkrik sebagai menu makanan.
Sementara memakan serangga adalah praktik umum di sejumlah negara, seperti China, Ghana, Meksiko dan Thailand, penduduk Brussel sepertinya tidak yakin untuk menempatkan jangkrik di menu.
Seorang warga Kota Brussels, Efthimia Lelecas menyatakan dirinya tak berminat memakannya. "Tidak, tidak. melihatnya aja jijik," ucapnya.
Nambah Jumlah Kunjungan Wisatawan, GilaTrip.com Beri Program Cicilan dan Diskon
| Penulis | : | Marselinus Gunas |






0 comments:
Posting Komentar