JAKARTA, JITUNEWS.COMÂ â" Baru-baru ini, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, membuat pengakuan mengejutkan kepada majalah TIME. Novel membeberkan soal informasi dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyerangan air keras yang menimpanya. Lantas, apa komentar Polri?
Polisi Dalami Kemungkinan Miryam Terlibat dalam Penyerangan Novel Baswedan
Menanggapi pernyataan Novel itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, secara khusus meminta tudingan tersebut disampaikan ke penyidik yang menangani kasus tersebut.
"Tolong dituangkan di dalam BAP (Berita Acara Penyidikan). Diceritakan di dalam BAP. Karena jika tidak, percuma saja, tidak ada nilainya di mata hukum. Tidak projusticia," tukas Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/6).
Komnas HAM Geregetan Polri Belum Bisa Selesaikan Kasus Insiden Novel Baswedan
Setyo mengaku, dalam menyelidiki kasus Novel, penyidik masih minim keterangan. Pasalnya ketika itu, Novel masih menjalani perawatan medis di Singapura.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, mengaku kaget dengan pernyataan Novel tersebut. Namun, ia mengaku belum membaca publikasi TIME itu.Â
"Saya belum baca," ujar Irjen Pol M. Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (12/6) lalu.
Iriawan lantas mengklaim, polisi sudah melakukan penyelidikan kepada seluruh pihak terkait perkara Novel. Ia juga menyatakan polisi telah mengambil keterangan Novel langsung.Â
"Sudah diambil keterangan kok. Saya kan ke sana. Saya dapat foto terakhir dari yang bersangkutan. Saat ini sudah lebih dari 20 orang saksi yang dimintai keterangan," tandas Iriawan.
Sebelumnya, Majalah Time memberitakan tentang hasil wawancaranya dengan Novel Baswedan di Singapore General Hospital, Singapura, pada tanggal 10 Juni 2017.
Time memuat sebuah berita berjudul âI donât want to be sadâ: Indonesiaâs Top Graft Buster Talks to TIME from His Hospital Bed. Dalam tulisan tersebut, diberitakan bahwa Novel merasa heran karena polisi belum juga bisa menangkap pelaku di balik kejadian penyiraman air keras yang menyebabkan kerusakan pada matanya.
âIâve actually received information that a police general â" a high level police official â" was involved. At first, I said the information was false. But now that itâs been two months and the case hasnât been resolved, I said (to the person who made the allegation) the feeling is that the information is correct (Saya sebenarnya mendapat informasi bahwa seorang jenderal polisiâ"seorang pejabat tinggi kepolisianâ"terlibat. Awalnya saya menganggap informasi itu salah. Tapi sekarang sudah dua bulan dan kasus belum terungkap. Saya katakan [pada orang yang menduga itu) perasaan saya, informasi itu mungkin benar,â kata Novel kepada Jurnalis Time, Jonathan Emont, dikutip dari Time, Selasa (13/6).
Perkembangan Kasus Teror Novel Baswedan, Febri: Biar Komnas HAM yang Umumkan






0 comments:
Posting Komentar