JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan persiapan dan pemantauan sejak jelang sampai dengan pasca Idul Fitri 1438 H/2017 di tiga Subsektor ESDM yaitu: Subsektor Minyak dan Gas Bumi, Ketenagalistrikan dan Kebencanaan Geologi.
Jelang Lebaran, Pertamina Siaga Jaga Pasokan BBM Jatim-Balinus
Guna mendukung program tersebut, telah dibentuk Satuan Tugas Nasional Sektor ESDM Untuk Idul Fitri 2017 yang diketuai oleh Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa yang bertugas menjamin ketersedian pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Listrik, hingga antisipasi bencana kegeologian sebelum, selama, dan sesudah Idul Fitri 2017, untuk memastikan semuanya berada pada posisi aman bagi masyarakat.
Secara nasional, kondisi penyediaan BBM dan listrik serta mitigasi geologi dalam situasi kondusif, yaitu sebagai berikut.
1. Prognosa stok BBM pada periode mudik (10 Juni s.d 11 Juli 2017) dalam kondisi aman dengan rata-rata stok: premium 1.253.443 KL (23 hari); minyak solar 1.887.540 KL (27 hari); pertalite 1.137.822 KL (20 hari); avtur 374.641 KL (26 hari); pertamax 740.936 KL (22 hari); pertamax turbo 19.250 KL (22 hari dan Dex 21.620 KL (32 hari). Pertamina sudah menyiapkan Prosedur Operasi Standar Tanggap Darurat di 30 titik rawan macet.
2. Prognosa stok LPG Nasional untuk periode Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 M (10 Juni 2017 s.d. 11 Juli 2017) perkiraan ketahanan stock rata-rata 326.371 MT (16 hari). Pertamina telah menyiapkan Prosedur Operasi Tanggap Darurat selama periode mudik.
3. Prognosa Kondisi Sistem Ketenagalistrikan Nasional, pada periode Idul Fitri (10 Juni s.d 11 Juli 2017) secara umum dalam Kondisi Normal dan Siaga, dimana daya mampu pembangkit sebesar 39.814 MW dan beban puncak sebesar 31.139 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 8.675 MW. Untuk kondisi kelistrikan sistem Jawa Bali dalam kondisi Normal, sedangkan untuk sistem luar Jawa Bali secara umum dalam kondisi Siaga. Namun dalam periode H-15 s.d. H+15 Idul Fitri 1438 H/2017 M diharapkan kondisi siaga berubah menjadi kondisi Cukup.
4. Mitigasi Kemungkinan Bencana Geologi. Intensitas curah hujan pada bulan Juni 2017 di beberapa wilayah (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah bagian selatan, Sulawesi Selatan, dan NTT bagian Barat) menunjukkan tanda-tanda peningkatan termasuk potensi bencana geologi. Terkait potensi Letusan Gunung Berapi, Gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Antisipasi yang dilakukan: disiapkan informasi peta titik rawan gerakan tanah & gempa bumi, status gunung api serta Satgas Tanggap Darurat.
Tak Hanya Listrik, Pasokan BBM Juga Aman Selama Idul Fitri di Wilayah Bali
| Penulis | : | Marselinus Gunas |






0 comments:
Posting Komentar